Belakangan ini Gio - 4 th sedang senang-senangnya menggambar… apa saja, kapan saja, dimana saja. Tengah ia bermain, mandi, nonton, bangun tidur, ketika mau tidur, di mobil, di kantor…"Ma, Gio mau gambar…". Biasanya saya akan langsung menyodorkan kertas dan spidol yang memang selalu ready stock, dan dia langsung menggambar dengan asyik. Kadang ditengah-tengah proses ia menyempatkan diri untuk bercerita tentang gambarnya… dan bila terus dirangsang dengan pertanyaan atau dibukakan kemungkinan lain, ia menjadi lebih semangat lagi… Ia menyambung lagi kertas gambarnya hingga ia mempunyai ruang lebih luas, menempel benda-benda menjadi kolase, bahkan menggunting gambarnya yang sudah jadi menjadi kepingan-kepingan dan kemudian ditempelkannya kembali menjadi sesuatu yg baru. Suatu proses yang sangat mempesona dan mengagumkan.

Karyanya tidak pernah salah… kalaupun ia merasa ada yang kurang, yang ia butuhkan hanya kepekaan kita untuk mengatakan dengan sungguh bahwa it's alright to draw in a different way. Tak semua harus sama dengan aslinya. Atau sedikit clue untuk memperbaiki apa yang ia masih rasa kurang…

Ia tahu kapan harus berhenti. Kalau ia rasa memang sudah selesai ya sudah selesai, bagaimanapun hasilnya. Kadang idealisme kita mengatakan : Wah masih banyak yang bisa ditambah, atau diselesaikan atau malah kadang dirasa too much. Tapi untuknya, dari karya ke karya adalah proses. Ia tidak mencari hasil akhir, itu ga penting. Yang penting untuknya mungkin keasyikan dia saat menjalani prosesnya : menemukan bentuk-bentuk baru yang punya makna baru atau sekedar bentuk baru yang bernilai estetis baginya… Ia tidak terlalu peduli pada gambar yang sudah selesai, tapi ia selalu ribut dan panik bila adiknya datang menghampiri saat ia sedang menggambar, takut diganggu…

Satu kali ia memperlihatkan gambarnya kepada saya : gambar monster, tema favoritnya. Digambar di atas kertas bekas yang sudah mulai menguning… Dan saya sungguh terkejut!! …bagi saya gambar itu bagai sebuah masterpiece yang seolah menunjukkan titik tertinggi kemampuannya. Sangat kaya akan bentuk dan cerita… Tapi kemudian, saat ia bermain bersama ayah dan adiknya, dengan enteng ia mengambil gambar tsb, meremasnya menjadi bulatan bola dan melempar-lemparkan seperti layaknya remasan koran bekas… Hampir menangis saya melihatnya. Dan ketika saya bilang : "Gio, kok gambar bagusnya dikucelin…?" Tanpa beban ia menjawab : "Ga pa-pa Ma, nanti Gio bikinin lagi ya…" It's no big deal…, dan nyatanya ia memang terus menghasilkan karya-karya yang kerap mengejutkan. Karya-karyanya tidak pernah sama, dan terus bercerita tentang imajinasinya yang terus berkembang, tentang logikanya, tentang wawasan barunya, tentang memorinya terhadap satu benda atau satu event, tentang pemahamannya terhadap alam semesta, tentang keindahan, tentang kemungkinan yang tidak terbatas…

Proses kreatif adalah satu proses yang cukup kompleks. Melibatkan berbagai hal seperti emosi, memori, cara berpikir, wawasan, kemampuan teknis/motorik dll. Selayaknya sebuah proses, untuk bisa mencapai hasil akhir diperlukan waktu dan rentang konsentrasi yang berkait erat dengan tingkat ketertarikan. Pada anak, secara khusus diperlukan dorongan, bimbingan dan rangsangan, dan yang terutama mungkin adalah penghargaan yang tulus.

Diperlukan sudut pandang melalui kacamata anak untuk dapat menghargai karya-karya mereka… Mungkin karena kacamata dewasa kita sudah terlalu banyak melihat dan mengenal bentuk-bentuk yang sempurna adanya. Atau mungkin juga kita sudah banyak mengalami keracunan, terjebak dan hanyut di sistem yang mengharuskan kita untuk membuat segala sesuatu dengan cara yang sama, dengan warna yang sesuai dengan aslinya, dengan hasil akhir yang serupa satu sama lain…

Sangat susah bagi kita untuk dapat memposisikan diri seperti seorang anak yang baru belajar memegang alat gambar…, merasakan bagaimana sulitnya mengontrol spidol dengan jari-jari mungilnya untuk sekedar membuat coretan, sampai kemudian mampu membuat goresan-goresan yang unik dan punya makna. Merasakan bagaimana melihat berbagai keragaman dan keindahan warna sebagai hal baru yang sangat menarik untuk disapukan pada gambar apapun…

Hal terakhir yang mereka butuhkan adalah orang yang mengatakan ini harus begini dan itu harus begitu… Hasil karya mereka adalah hasil usaha mereka, betapapun sederhananya itu… Bila kita mampu melihatnya dengan kacamata anak-anak, kita akan mampu memberi mereka pujian tulus seperti halnya bila mereka mengagumi karya teman-temannya sendiri. Pujian yang jelas dan spesifik membuat mereka tahu apa yang membuat dan mengapa karya mereka dikatakan bagus, detail mana yang membuatnya unik, paduan warna mana yang menarik, bentuk-bentuk yang kaya, cerita di balik gambar, dll. Penghargaan dan pujian yang tulus bagi mereka adalah merupakan pembenaran / pengukuhan atas apa yang telah mereka pelajari dan praktekkan. Bahwa mereka bisa, dan pasti bisa untuk terus dan terus berkarya.


Innocentia Ine | Desember 2004